h1

PENERAPAN SISTEM INFORMASI KOPERASI SIMPAN PINJAM “JASA”

Agustus 2, 2008
  1. LATAR BELAKANG

Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dan semakin kuatnya ekonomi global yang dimulai dengan munculnya internet, memberikan perubahan yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dunia bisnis pun mengalami banyak perubahan. Beberapa perubahan yang terjadi adalah transformasi masyarakat ekonomi dan industri kedalam layanan ekonomi berbasis pengetahuan dan informasi, transformasi perusahaan bisnis, dan kemunculan perusahaan digital. Semua jenis bisnis, baik yang kecil maupun besar, menggunakan sistem informasi, jaringan, dan teknologi internet untuk melakukan sebagian besar bisnis secara elektronik, menuju tingkat keberhasilan efisiensi, daya saing, dan profitabilitas. Perubahan ke arah kemajuan ini membuat segalanya menjadi lebih mudah dan cepat. Tiada batas ruang dan waktu yang menghambat segala aktivitas.

Persaingan dunia bisnis yang semakin ketat mengharuskan perusahaan menjadi lebih memahami pengetahuan sistem informasi sebagai hal yang penting demi mempertahankan kalangsungan perusahaan, memenangkan persaingan, dan berhasil dengan baik. Sistem informasi dapat membantu perusahaan memperluas jangkauan sampai lokasi-lokasi yang jauh, memperoleh bentuk dan aliran kerja baru, dan kemungkinan juga bisa mengubah cara berbisnis.

Koperasi Simpan Pinjam “Jasa” yang telah berdiri sejak 13 Desember 1973 dan berpusat di Pekalongan, dan telah mempunyai kantor di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah sebanyak 64 kantor, perlu mengikuti perkembangan dunia. Dengan memperhatikan animo masyarakat yang tinggi terhadap Kospin Jasa dan jumlah nasabah yang semakin banyak, yang secara otomatis menjadikan transaksi menjadi lebih padat, membuat manajemen berpikir untuk mencari solusi yang tepat untuk dapat melayani masyarakat dengan optimum. Sejak tahun 2004, Kospin Jasa mulai melakukan perubahan dalam bidang sistem informasi guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan meraih peluang pasar. Proses transaksi manual telah ditinggalkan dan menggantinya dengan sistem yang sudah menggunakan komputer secara utuh. Komputer tidak hanya sekedar untuk membuat laporan, namun sudah membantu proses transaksi sampai dengan laporan. Sehingga segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan cepat.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

  1. Pengertian Sistem Informasi

Suatu sistem informasi dapat didefinisikan secara teknis sebagai satuan komponen yang saling berhubungan dengan mengumpulkan (atau mendapatkan kembali), memproses, menyimpan, mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi. Sebagai tambahan terhadap pendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan kendali, sistem informasi dapat juga membantu para manajer dan karyawan untuk meneliti permasalahan, memvisualisasikan pokok-pokok yang kompleks, dan menciptakan produk-produk baru.

Tiga aktivitas dalam suatu sistem informasi menghasilkan informasi yang diperlukan oleh organisasi untuk membuat keputusan, mengendalikan operasi, penelitian masalah, dan menciptakan produk baru atau jasa. Aktivitas tersebut adalah input, pengolahan, dan output. Input menangkap atau mengumpulkan data mentah dari dalam organisasi atau dari lingkungan eksternalnya. Pemrosesan mentransfer baris-baris masukan ke dalam suatu format yang lebih mengandung arti. Output mengalihkan informasi yang diproses kepada orang-orang yang akan menggunakannya atau kepada aktivitas yang membutuhkannya. Sistem informasi membutuhkan umpan balik, yaitu output yang dikembalikan ke anggota-anggta organisasi yang bersangkutan untuk mengevaluasi atau mengoreksi tahap input.

  1. Perangkat Keras dan Infrastuktur Teknologi Informasi

Komputer adalah perangkat fisik yang mengambil data sebagai input, mentransformasi data tersebut sesuai dengan instruksi yang diberikan, dan menghasilkan output informasi yang sudah diproses. Sistem komputer terdiri dari unit pemrosesan utama (Central Processing Unit atau CPU), wadah penyimpan primer, wadah penyimpan sekunder, perangkat input, perangkat output, dan perangkat komunikasi.

Tempat penyimpanan primer menyimpan data dan instruksi program secara sementara selama pemrosesan, sementara perangkat penyimpanan sekunder (cakram magnetik dan optik, pita magnetik) menyimpan data dan instruksi program jika tidak digunakan selama pemrosesan. Perangkat input, mengkonversi data dan instruksi kedalam bentuk elektronik sebagai input bagi komputer. Perangkat output, mengkonversi data elektronik yang dihasilkan oleh sistem komputer dan menampilkannya dalam bentuk yang bisa dimengerti orang. Perangkat komunikasi bertindak sebagai koneksi antara komputer dan jaringan komputer. Bus adalah jalur-jalur rangkaian eektronik untuk menghantarkan data dan sinyal antar beragam bagian pada sistem komputer.

Untuk mempercepat pemrosesan, dapat menghubungkan beberapa prosessor agar bekerja secara simultan untuk satu tugas. Dalam pemrosesan paralel, beberapa CPU memecah tugas menjadi beberapa bagian kecil dan mengerjakannya secara simultan/bersamaan.

Sebagian besar informasi yang digunakan oleh aplikasi komputer disimpan dalam perangkat penyimpanan sekunder yang letaknya diluar area penyimpanan primer. Penyimpanan sekunder digunakan untuk penyimpanan data relatif dalam jangka waktu lama di luar CPU. Tidak seperti pada penyimpanan primer, pada penyimpanan sekunder tidak mudah hilang. Teknologi penyimpanan sekunder yang penting adalah cakram magnetik, cakram optik, dan pita magnetik.

Dewasa ini, komputer tunggal telah digantikan dengan komputer jaringan agar bisa menjalankan banyak tugas. Penggunaan beberapa komputer yang dihubungkan oleh jaringan komunikasi untuk perosesan disebut pemrosesan terdistribusi. Kebalikannya, pemrosesan terpusat, adalah pemrosesan yang dijalankan oleh satu komputer besar. Satu bentuk pemrosesan terdistribusi yang banyak digunakan adalah komputasi klen/server. Komputasi klien/server membagi proses antara “klien” dan “server”. Kedua-duanya ada pada jaringan, namun masing-masing mesin diarahkan untuk menjalankan fungsi yang paling sesuai untuknya. Klien menjalankan fungsi poin-pemasukandari pengguna, dan biasanya merupakan kompuer kecil, workstation, atau laptop. Server menyediakan jasa bagi klien. Server biasanya berfungsi khusus untuk menyimpan dan mengolah data serta fungsi back-end yang tidak bisa dilihat oleh pengguna seperti mengelola aktifitas jaringan.

Sistem operasi merupakan manajer kepala dari sistem komputer. Sistem operasi mengalokasikan dan menugaskan beragam sumber sistem, menjadwalkan penggunaansumber-sumber komputer dan tugas-tugas komputer, memonitor aktivitas sistem komputer. Sistem operasi menyediakan lokasi dalam memori utama untuk menyimpan data dan program, dan mengendalikan perangkat input dan output, dan hubungan-hubungan telekomunikasi. Sistem operasi juga mengkoordinasi penjadwalan kerja dalam beragam wilayah komputer sehingga bagian-bagiannya bisa bekerja dalam waktu bersamaan. Akhirnya, sistem operasi bertugas melacak tiap tugas yang dikerjakan komputer dan siapa yang sedang menggunakan sistem, program apa yang sedang dijalankan, dan melacak segala bentuk akses ke sistem yang tidak dikenal. Kemampuan sistem operasi seperti menjalankan beberapa program secara bersamaan, penyimpanan virtual, berbagi-waktu, dan melakukan beberapa pemrosesan secara bersamaan, memungkinkan komputer untuk menangani banyak pengguna dan tugas yang berbeda secara bersamaan. Beberapa sistem operasi yang ada diantaranya adalah Windows XP, Windows 98/ME, Windows 2000, Windows.NET server, Windows CE, UNIX, LINUX, Mac OS, OS/2, DOS.

Kecenderungan umum dalam perangkat lunak dewasa ini dalah kemudahan penggunaan dan bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi. Keduanya meningkatkan produktivitas programer profesional dan memungkinkan pengguna akhir untuk bekerja secara langsung dengan sistem infoemasi. Terdapat banyak bahasa pemrograman dan peranti perangkat lunak yang bisa digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi. Untuk aplikasi bisnis, bahasa pemrograman yang penting adalah COBOL, C, C++, dan Visual Basic.

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan lokal yang menghubungkan sumber-sumber lokal. Sebagian besar LAN menghubungkan perangkat-perangkat yang berlokasi di radius 2.000 kaki, dan sebagian besar perangkat itu adalah PC. LAN membutuhkan saluran komunikasi sendiri dan sering dikendalikan dan dioperasikan oleh kelompok pengguna akhir atau departemen dalam sebuah perusahaan. Dalam LAN, server bertindak sebagai pustakawan yang menyimpan program dan data untuk pada pengguna jaringan. Server menentukan siapa yangakan mendapatkan akses dan sekuensinya.

Kemampuan LAN juga ditetapkan oleh sistem operasi jaringan (NOS). Sistem operasi jaringan bisa dipasang pada tiap komputer dalam jaringan, atau dipasang hanya pada satu komputer server untuk semua aplikasi pada jaringan. Sistem operasi ini mengarahkan dan mengelola komunikasi pada jaringan dan mengkoordinasi sumber-sumber jaringan. Novel NetWare, Microsoft Windows.NET Server. Keuntungan jaringan LAN adalah :

  • Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).

  • Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).

  • File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.

  • File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.

  • Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.

  • Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.

  • Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail & chat.

  • Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.

  1. Hubungan Sistem Informasi dengan Bisnis

Sebagian besar sistem informasi membantu orang (manajer) untuk mengambil keputusan. Sebagian sistem informasi merepresentasikan aplikasi-aplikasi kecerdasan bisnis yang berfokus pada pengumpulan, penyimpanan, analisis, dan penyediaan akses kepada data dari beragam sumber untuk membantu para pengguna mengambil keputusan secara lebih baik. Dengan menggunakan data perusahaan yang lebih akurat yang disediakan oleh sistem enterprise dan infrastruktur teknologi informasi baru, sistem ini bisa mendukung butiran-butiran keputusan secara lebih baik untuk menuntun perusahaan, mengkoordinasi aktivitas kerja perusahaan, dan merespons secara cepat perubahan pasar dan pelanggan.

  1. PENERAPAN SISTEM INFORMASI

  1. INFRASTRUKTUR SISTEM INFORMASI

Kepuasan pelanggan merupakan sesuatu hal yang harus dicapai oleh Kospin Jasa dalam pelayanannya. Marupakan sebuah keharusan yang tidak dapat ditawar lagi. Untuk mendukung tercapainya hal di atas, maka diperlukan sebuah proses pelayanan yang cepat dan mudah. Sebuah sistem informasi yang memadai sangat dibutuhkan.

Dalam pelayanannya, secara keseluruhan Kospin Jasa telah menggunakan sistem komputerisasi secara keseluruhan. Diperlukan sistem informasi yang terintegrasi, mulai dari pelayanan pelanggan (customer service), teller, tagihan luar kota, administrasi rekening, transfer uang, pinjaman, pembukuan.

  1. Komputer Klien

Setiap karyawan diberikan fasilitas satu buah komputer klien untuk melakukan transaksi atau pelayanan. Setiap komputer klien menggunakan sistem operasi Microsoft Windows XP.

  1. Komputer Server

Komputer server digunakan untuk untuk menyimpan dan mengolah data serta fungsi back-end yang tidak bisa dilihat oleh pengguna seperti mengelola aktifitas jaringan. Komputer server hanya digunakan oleh bagian IT. Komputer server dilengkapi dengan sistem operasi Microsoft Windows.

  1. Jaringan LAN

Jaringan LAN yang dibangun ditujukan untuk membawa informasi dari klien ke server atau sebaliknya secara cepat dan tepat, tanpa adanya kesalahan melalui media komunikasi tertentu. Jaringan LAN dilengkapi dengan Hub atau switch.

  1. SISTEM ENTRY DATA (INPUT)

Dengan menggunakan sistem operasional yang dimiliki Kospin Jasa, maka proses entry (pemasukan) data menjadi lebih mudah. Setiap bagian dengan masing-masing komputer klien dapat dengan mudah melakukan transaksi atau entry data sesuai dengan bagiannya masing-masing. Setiap transaksi yang telah dijurnal, secara otomatis disimpan dan diproses oleh komputer server sehingga bagian lain yang membutuhkan data dapat mengaksesnya dengan mudah dan cepat.

  1. OUTPUT YANG DIHASILKAN

Hasil yang diperoleh dari proses pemasukan data yang dilakukan oleh masing-masing bagian, dapat langsung diakses oleh bagian yang lain. Output yang dihasilkan berupa daftar saldo termasuk mutasi tiap nasabah, laporan tagihan luar kota, laporan administrasi rekening, laporan transfer uang, laporan keuangan dan laporan pinjaman. Semua output yang diperoleh tersebut dicetak dan disimpan dalam CD, kemudian dilaporkan ke kantor pusat baik laporan harian maupun bulanan.

  1. Daftar Saldo Deposito

Meliputi daftar saldo deposito HarKop, berjangka, Simpanan Safari, Simpanan Pundi Arta Jasa, Simpanan Haji berikut jatuh tempo masing-masing.

  1. Buku Tabungan Koperasi (Takop)

Setiap nasabah yang memiliki rekening Tabungan Koperasi mendapat laporan mutasi rekening tabungan yang dapat dicetak sewaktu-waktu. Setiap transaksi bagian lain yang melibatkan transaksi tabungan, secara otomatis tercatat dalam laporan.

  1. Mutasi Rekening Harian/Giro

Laporan rekening harian/giro seperti halnya tabungan koperasi.

  1. Jurnal Listing ID

Setiap bagian/personel yang melakukan transaksi, tercatat dalam jurnal listing masing-masing ID. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan saat melakukan pengecekan atau kontrol pada setiap transaksi yang dibuku.

  1. Laporan Tagihan Luar Kota

Meliputi rincian transaksi taguhan, daftar tagihan masuk, daftar tagihan keluar, outstanding tagihan masuk, outstanding tagihan keluar.

  1. Laporan Transfer/Kiriman Uang

Meliputi rincian kiriman uang.

  1. Laporan Administrasi Rekening

Meliputi rincian transaksi administrasi rekening, outstanding, titipan disposisi.

  1. Laporan Pembukuan

Laporan pembukuan meliputi neraca, aktiva, pasiva, pendapatan SHU), biaya.

  1. Laporan Pinjaman

Di dalam laporan pinjaman meliputi laporan realisasi pinjaman, outstanding pinjaman, laporan tunggakan pinjaman.

  1. KUALITAS INFORMASI

Dengan sistem informasi yang diterapkan di Kospin Jasa, mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah/konsumen serta mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Sistem informasi yang diterapkan dengan menggunakan jaringan LAN dengan komputer server dan klien yang ada, proses operasional menjadi lebih cepat dan mudah. Komputer server mampu menyimpan data dengan baik dan kapasitas yang besar dan mengolahnya sehingga mampu diakses dan digunakan oleh komputer klien dengan sistem jaringan LAN tersebut. Selama 34 tahun keeksistensian Kospin Jasa di Indonesia, jumlah nasabah terus mengalami peningkatan dan perkembangan usaha yang semakin maju.

  1. HAMBATAN DAN SOLUSI PENERAPAN SISTEM INFORMASI

Hambatan yang dihadapi oleh Kospin Jasa dalam penerapan sistem informasi adalah :

  1. Sistem operasional yang diterapkan oleh Kospin Jasa masih offline, sehingga beberapa transaksi yang melibatkan kantor lain membutuhkan waktu yang lebih banyak.

  2. Proses pengiriman data ke kantor pusat membutuhkan waktu yang lebih lama.

  3. Belum menggunakan fasilitas internet.

  4. Kesiapan sumberdaya manusia untuk menggunakan sistem yang lebih baik.

Salah satu upaya yang sekarang sedang dirintis dan dalam waktu yang tidak lama lagi, Kospin Jasa akan menerapkan sistem Online sehingga proses transaksi akan menjadi lebih cepat, mudah, berbiaya rendah.

  1. PENUTUP

Sistem informasi memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam bidang bisnis. Kospin Jasa sebagai koperasi terbaik se-Indonesia telah menerapkan sistem informasi dalam usaha bisnisnya. Dengan infrastruktur yang dimiliki, setiap transaksi yang dilakukan menjadi lebih cepat dan mudah. Hal ini didukung dengan adanya sistem operasi yang dimiliki Kospin Jasa, yaitu sistem transaksi Kospin Jasa.

Dengan menggunakan komputer server, komputer klien, jaringan LAN, data atau informasi yang diinput mangsung terproses dan langsung dapat diakses oleh komputer klien. Laporan yang dihasilkan dari setiap transaksi dan bagian telah memenuhi standar yang ditetapkan dan memenuhi kepuasan pelanggan/nasabah. Untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, telah dirintis dan segera diterapkan sistem Online agar proses transaksi menjadi lebih cepat dan mudah baik intern kantor cabang maupun dengan kantor cabang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Laudon, C. K, Laudon, P. J. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta : Andi.

h1

Kospin JASA Wisata ke Ancol Jakarta Bay City

Juli 9, 2008

Sedikitnya 27 ribu peserta Tabungan Safari dan Pundi Arta Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) JASA siap mengikuti wisata gratis ke Taman Impian Jaya Ancol Sabtu (12/7) mendatang. Rombongan sebanyak itu bakal menggunakan tak kurang dari 540 buah bus. Asisten Pengurus Bidang Humas dan Sekretariat HM Saelany Mahfudz mengatakan bahwa wisata kali ini bertepatan dengan puncak Hari Koperasi Indonesia ke 61 yakni pada tanggal 12 Juli. “Insya Allah, Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono berkenan hadir dan mengikuti kegiatan wisata Safari dan Pundi Arta kali ini,” kata dia.

Membludaknya jumlah peserta tersebut bakal dicatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pasalnya, kegiatan wisata dalam satu tujuan dengan jumlah peserta mencapai 27 ribu merupakan prestasi tersendiri sekaligus memecahkan rekor sebelumnya yang juga atas nama Kospin JASA. “Tahun 2006, kami berhasil mengukir rekor dengan jumlah peserta saat itu kurang lebih 20 ribu. Tahun 2008, ini diperkirakan rekor tersebut dapat kami pecahkan mengingat jumlah peserta bakal mencapai 27 ribu orang.

h1

SKRIPSI “KINERJA AERATOR TIPE KINCIR PADA BERBAGAI KONDISI KELENGKUNGAN, JUMLAH LUBANG, KEMIRINGAN, DAN KECEPATAN PUTAR

Juli 9, 2008

KINERJA AERATOR TIPE KINCIR PADA BERBAGAI KONDISI KELENGKUNGAN, JUMLAH LUBANG, KEMIRINGAN, DAN KECEPATAN PUTAR PEDAL

gambar uji aerator

gambar uji aerator

Nama Mahasiswa : Anjar Prasetia, S.TP.
Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Radite Praeko Agus Setiawan, MAgr.

Kelarutan oksigen merupakan faktor kritis budidaya ikan secara intensif. Oksigen terlarut (disolved oxygen) adalah jumlah (mg/l atau ppm) gas oksigen yang terlarut dalam air. Stickney (1979) diacu dalam Adnan (2003) menyatakan bahwa kekurangan oksigen dapat membahayakan hewan karena dapat menyebabkan stress, mudah terkena penyakit, bahkan dapat menyebabkan kematian. Karena itu di tambak dengan kepadatan yang tinggi, harus dipasang alat aerasi untuk menambah daya kelarutan udara di dalam air.
Aerasi adalah penambahan udara ke dalam air sehingga kadar oksigen dalam air menjadi cukup dengan bantuan alat aerasi (aerator). Aerasi tipe permukaan bekerja dengan prinsip memecah atau mengaduk permukaan air sehingga interaksi air dengan udara meningkat dan selanjutnya akan memperbesar pelarutan oksigen dalam air. Semakin besar pengadukan atau air yang terpecah maka konsentrasi oksigen akan semakin tinggi. Contoh aerasi tipe ini adalah kincir air (Wheaton 1977 diacu dalam Boyd 1982).
Bentuk, ukuran, dan kecepatan putaran kincir aerator akan mempengaruhi kinerja aerasi. Kincir dengan diameter yang lebih besar mempunyai kecenderungan aerasi yang lebih besar pula karena semakin banyak dan semakin jauh butiran air terlempar maka semakin besar kontak udara dengan air (Susanti 2003). Dengan memperbesar luas permukaan kontak udara dan air maka akan besar pula laju perubahan oksigen. Pada penelitian ini tidak mengukur oksigen terlarut secara langsung, tetapi hanya mengukur daya listrik yang dibutuhkan, diameter semburan, persentase sebaran air, luas penutupan (coverage area), dan volume penutupan (coverage volume) yang mempunyai hubungan dengan besarnya kelarutan oksigen.
Tujuan utama penelitian ini untuk mempelajari pengaruh bentuk kelengkungan, jumlah lubang, kemiringan, dan kecepatan putar pedal pada aerator tipe kincir terhadap konsumsi daya listrik, diameter dan lebar semburan, persentase sebaran air yang dihasilkan pada diameter semburan tersebut, coverage area, dan coverage volume. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk merancang bentuk pedal suatu aerator tipe kincir yang dapat memberikan efek aerasi yang baik namun membutuhkan daya yang relatif kecil, serta membandingkan kinerja prototipe dengan kincir hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Penelitian ini dilaksanakan di dua tempat. Tahap pembuatan prototipe dilaksanakan di Laboratorium Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian. Tahap pengujian dilaksanakan di Kolam Percobaan Sawah Baru, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor dengan ukuran 20 m x 10 m x 1.8 m. Penelitian ini dimulai bulan April sampai dengan bulan Juli 2005.
Desain kincir yang digunakan mengikuti desain kincir hasil penelitian sebelumnya (Setiawan dan Adnan 2003) dengan beberapa modifikasi yaitu pada bentuk pedal dan sistem transmisi. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap pembuatan model kincir, tahap pembuatan prototipe aerator kincir, dan tahap pengujian prototipe aerator kincir. Parameter yang diukur adalah kebutuhan daya, diameter dan lebar semburan, persentase sebaran, coverage area, dan coverage volume. Pengujian dilakukan dengan kedalaman operasi 5 cm, diameter kincir 60 cm, dan pemasangan pedal radial. Terdapat empat parameter pengujian yang masing-masing memiliki 3 perlakuan, yaitu kelengkungan pedal (Ф sebesar 25°, 35°, 45°), jumlah lubang (20, 30, 40), kemiringan pedal (0°, 15°, 30°), dan kecepatan putar (83, 96, 124 rpm). Pengujian dilakukan dengan mengkombinasikan parameter-parameter tersebut, sehingga menghasilkan 81 perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan konsumsi daya terkecil adalah 518 watt pada perlakuan lengkung 35°, lubang 30, kemiringan pedal 30°, dan kecepatan putar 96 rpm. Sedangkan daya terbesar adalah 625 watt pada perlakuan lengkung 35°, jumlah lubang pada masing-masing pedal 20 lubang, kemiringan pedal 15°, dan kecepatan putar 124 rpm.
Diameter semburan air terbesar adalah 283 cm pada perlakuan lengkung 25°, lubang 20, kemiringan putar 0°, dan kecepatan putar 124 rpm. Sedangkan diameter semburan terkecil terjadi pada lengkung 45°, lubang 40, kemiringan pedal 30°, dan kecepatan putar 83 rpm yaitu 113 cm.
Lebar semburan air terbesar adalah 120 cm pada perlakuan lengkung 45°, jumlah lubang 30, kemiringan pedal 0°, dan kecepatan putar 124 rpm. Sedangkan lebar semburan terkecil adalah 34 cm pada perlakuan pedal lengkung 25°, jumlah lubang 40, kemiringan pedal 30°, dan kecepatan putar 83 rpm.
Persentase sebaran air terbesar adalah 99% yang terjadi pada perlakuan lengkung 25°, lubang 30, kemiringan pedal 15°, dan kecepatan putar 124 rpm. Sedangkan persentase sebaran terkecil terjadi pada perlakuan lengkung 35°, lubang 40, kemiringan pedal 30°, dan kecepatan putar pedal 83 rpm yaitu 50%.
Coverage area terbesar adalah 38761 cm2 pada perlakuan lengkung 45°, lubang 20, kemiringan putar 0°, dan kecepatan putar 124 rpm yaitu. Sedangkan coverage area terkecil adalah 4360 cm2 pada perlakuan lengkung 35°, lubang 40, kemiringan pedal 30°, dan kecepatan putar 83 rpm.
Coverage volume terbesar adalah 4306771 cm3 pada perlakuan lengkung 45°, lubang 20, kemiringan 0°, dan kecepatan putar 124 rpm. Sedangkan coverage volume terkecil adalah 130804 cm2 pada perlakuan lengkung 35°, lubang 40, kemiringan 30°, dan kecepatan putar 83 rpm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kelengkungan pedal, jumlah lubang tiap pedal, kemiringan pedal, dan kecepatan putar pedal pada aerator tipe kincir akan mempengaruhi kinerja aerator. Namun demikian kombinasi perlakuan pedal lengkung 45°, jumlah lubang 20, kemiringan 0°, dan kecepatan putar 124 rpm. menghasilkan efek aerasi yang optimum. Sedangkan perlakuan yang mempunyai keeratan paling tinggi terhadap besarnya coverage volume sekaligus kelarutan oksigen adalah kecepatan putar pedal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kelarutan oksigen didalam air (ppm) dan efisiensi aerasi (kg O2/kW-jam) agar kinerja prototipe ini dapat dibandingkan terhadap aerator lain, serta meningkatkan kecepatan putar pedal aerator.

Kata-kata kunci : aerator tipe kincir, kelengkungan pedal, jumlah lubang, kemiringan pedal, kecepatan putar pedal.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.